Pages

Miftakhul Furqon. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

HIPOTESIS PENELITIAN

1. PENGERTIAN HIPOTESIS.

- Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah tersebut dinyatakan dalam bentuk sebuah pertanyaan yang akan ditanyakan. Dikarenakan semua jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Disisi lain hipotesis juga dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan.

- Pada penelitian ini juga penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, pada penelitian kualitatif hipotesis tidak bisa dirumuskan melainkan dapat menemukan sebuah hipotesis, selanjutkan hipotesis akan diuji dengan pendekatan kuantitatif.

- Berikut ini beberapa penjelasan mengenai hipotesis yang baik :

1. Hipotesis harus menduga hubungan diantara beberapa variabel.
    hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu .

2. Hipotesis harus dapat diuji
    Hipotesis harus dapat diuji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.

3. Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan.
    Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

4. Hipotesis dinyatakan secara sederhana.
    Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk deklaratif.

2. MENGUJI HIPOTESIS.
    Suatu hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu sebuah penelitian tentang hipotesis harus mencari situasi empiris yang memberi data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Setelah mengumpulkan data, selanjutnya kita harus menyimpulkan suatu hipotesis, apakah harus menerima atau menolak hipotesis tersebut.
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

METODE ILMIAH

Metode Ilmiah atau proses ilmiah merupakan suatu proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Ø  Metode Ilmiah memiliki ciri-ciri keilmuan
1.    Rasional: sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.
2.    Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati dengan menggunakan panca inderaSistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah logis.

Ø  Unsur metode ilmiah
    Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1.     Karakteristik (pengamatan dan pengukuran).
  1.    Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran).
  2.     Prediksi (deduksi logis dari hipotesis).
  3.      Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas.

Ø  Syarat-syarat Metode Ilmiah, diantaranya
1. Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya atau didukung metodik fakta empiris.
2. Metodik, artinya pengetahuan ilmiah diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
3.Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling berkaitan.

Universal, artinya pengetahuan tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja tetapi semua orang melalui eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama.

2.2.       Ã˜ TUJUAN METODE ILMIAH
Tujuan dalam mempelajari metode ilmiah adalah salah satu bentuk harapan untuk masa depan.  Oleh karena itu, dalam penulisan ilmiah kita tidak diperbolehkan asal menulis atau mengindahkan kaidah-kaidah dalam penulisan ilmiah.  Dalam penulisan ilmiah, kita harus mempunyai metode agar tulisan dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca dikemudian hari.  Berikut beberapa tujuan dalam mempelajari metode ilmiah :
1.    Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis,
2.     Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis, dan
3.     Meningkatkan pengetahuan tentang mekanismen penulisan karangan ilmiah.

ØSIKAP ILMIAH
1.   Sikap Ingin Tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiea; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
2.   Sikap Kritis : Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan; Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain; bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
3.   Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
4.   Sikap ingin menemukan : Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif; selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5.   Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
6.   Sikap tekun : Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7.   Sikap terbuka : Bersedia mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.buka menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya

sumber : 
- http://arrafahmarzuqoh.blogspot.com/2014/12/makalah-pokok-bahasan-metode-ilmiah_24.html
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KARANGAN / TULISAN

- PENGERTIAN KARANGAN.
    
     Sebelum masuk kedalam materi tentang karangan. Kita harus memahami apa itu makna kata dari mengarang itu sendiri. Sebelum memasuki kata karangan yang kita harus ketahui dan kita lakukan yaitu mengarang sebuah artikel atau paragraf. Jika kita sudah mengarah itulah yang menghasilkan suatu karangan yang akan saya bahas. Mengarang itu bisa disebut juga sebagai menyusun. Misalnya kita ambil dari sebuah KARANGAN BUNGA. nah disitu kita akan mengarang semua tentang bunga,Sebenarnya awalnya kata merangkai itu tidak berkaitan dengan kata menulis. Cakupan kata-kata merangkai mula-mula terbatas pada pekerjaan yang berhubungan dengan benda konkret seperti yang tadi sudah dicontohkan yaitu merangkai bunga tau juga bisa merangkai yang lainnya sesuai dengan keinginan kita. 
    
    Sebenarnya mengarang itu tidak hanya dan tidak harus dalam bentuk tertulis, bisa dengan hanya berkomunikasi. Kegiatan mengarang juga menggunakan bahasa mediumnya dapat berlangsung secara lisan. Sebagai contoh kita ambil dari orang yang sedang berpidato atau melakukan diskusi. Dari situlah seseorang melakukan karangan. Pertama yang dilakukannya adalah berfikir dengan matang sebelum dia ucapkan secara lisan. Didalam otaknya pun terlebih dahulu mengarang sebelum mulutnya berbicara. Macam karangan ada banyak. Kita ambil contoh dari karangan lisan. Karangan lisan itu didapat dari apa yang orang katakan. Sedangkan Karangan tertulis itu didapat dari pembicaraan yang tidak dilanjutkan melainkan ditulis untuk melanjutkan suatu diskusi. Pada saat berbicara, Sang pembicara itulah yang sebenarnya "bekerja keras" mengorganisasikan isi dari pembicaraan agar teratur, terfokus, sambil memikirkan susunan kata. 

- PENGGOLONGAN KARANGAN.
 
=> Menurut bobot dan isinya.
     1. Karangan Ilmiah
         merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu tersusun menurut metode sistematika penulisan.
     
      2. Karangan Semi Ilmiah.
          merupakan suatu karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan.
      
      3. Karangan Non Ilmiah.
          merupakan suatu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi.
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENALARAN INDUKTIF

Penalaran induktif merupakan suatu cara proses dalam berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. 
Prosesnya bisa disebut dengan induksi.

Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.
 
Contoh penalaran induktif :
Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Contoh generalisasi :
Pemakaian bahasa Indonesia deseluruh daerah diindonesia dewasa ini belum dapat dikata seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihan dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Diungkapkan persurat kabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta – fakta diatas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.
 
Macam – macam generalisasi :
· Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
 
· Generalisasi tidak sempurana
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
Penalaran generalisasi bertolak dari satu atau sejumlah fakta (fenomena atau peristiwa) khusus yang mempunyai kemiripan untuk membuat sebuah kesimpulan. Sejumlah peristiwa khusus dibuat dalam bentuk kalimat, kemudian pada akhir paragraf diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa. Peristiwa khusus yang disebutkan pada bagian awal.
 
b. Analogi
Adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.
Dalam berfikir Analogis, kita meletakan suatu hubungan baru berdasarkan hubungan-hubungan baru itu. Dan kita juga dapat menarik kesimpulan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi, ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Pada pembentukan kesimpulan dengan jalan analogi, jalan pikiran kita didasarkan atas persamaan suatu keadaan yang khusus lainnya. Karena pada dasarnya hanya membandingkan persamaan – persamaan dankemudian dicari hubungannya. Maka sering kesimpulan yang diambil tidak logis.
Dari penjabaran diatas, dapat dikatakan bahwa penalaran analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan fakta atau kesamaan data. Analogi juga dapat dikatakan sebagai proses membandingkana dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.
 
Contoh Analogi:
Kita banyak tertarik dengan planel mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti bumi. Temperaturnya hampir sama dengan bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti bumi. Jika bumi ada mahluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup diplanet Mars.
 
· Hubungan akibat sebab
Hubungan akibat sebab merupakan suatu proses berfikir dengan bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat, kemudian bergerak menuju sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tadi.
 
Contoh :
Masalah pengangguran merupakan masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah, seperti beberapa waktu lalu diberitakan dimedia cetak dan ibu kota, bagaimana ribuan pencari kerja hars berdesakan bahkankan pingsan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan media cetak hal ini terjadi karena dalam waktu dekat ini banyak perusahaan menufaktor yang akan tutup. Sehingga harus melakukan PHK. Selain itu minimnya kahlian atau rendahnya kualitas SDM menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran diibukota.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)

sumber :
https://noviananuryan.wordpress.com/2013/05/31/penalaran-induktif-dan-penalaran-deduktif/
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENALARAN DEDUKTIF

- PENALARAN DEDUKTIF

  penalaran deduktif adalah suatu cara metode berfikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya yang bisa dihubungkan dengan bagian-bagian yang khusus. penalaran deduktif  merupakan proses penalaran untuk menarik sebuah kesimpulan dari hal-hal atau fakta-fakta yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus.

  CIRI-CIRI PENALARAN DEDUKTIF :

    1.  Letak kalimata utama berada di awal paragraf.
    2. Pada bagian akhir paragraf harus diberi penjelasan.
    3. Harus diawali dengan pertanyaan umum dan disusul dengan uraian atau penjelasan khusus.

  CONTOH KALIMAT PENALARAN DEDUKTIF

     1. Semua manusia akan wafat (Premis Mayor)
     2. Santi adalah seorang manusia yang memiliki jiwa baik (Premis Minor)
     3. Jadi, Santi akan wafat (konklusi).  

  FAKTOR-FAKTOR PENALARAN DEDUKTIF

     1. Pembentukan Teori
     2. Hipotesis
     3. Definisi Operasional
     4. Instrumen
     5. Operasionalisasi

- VARIABEL DENGAN PENALARAN DEDUKTIF

      1. Silogisme Kategorial
          Silogisme Kategorial adalah Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
            *Premis Umum : Premis Mayor (My)
            *Premis Khusus : Premis Minor (Mn)
            *Premis Simpulan : Premis Kesimpulan.

      2. Silogisme Hipotesis.
          Silogisme yang terjadi atas premis mayor yang berprosisi konditional hipotesis.

      3. Silogisme Alternatif
          Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.

      4. Entimen
          Silogisme ini merupakan yang jarang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, baik tulisan maupun dalam lisan. Yang dikemukakannya hanya premis minor dan kesimpulan.

SUMBER :
http://bungamahasiswa.blogspot.com/2012/11/pengertian-penalaran-deduktif.html
http://inggitsoekarno.blogspot.com/2013/03/penalaran-deduktif-dan-penalaran.html
http://ikarizkisafitri.blogspot.com/2013/03/penalaran-penalaran-deduktif-dan_2698.html
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENALARAN

Yang disebut penalaran adalah suatu pola berfikir manusia yang akan menghubungkan bukti-bukti atau juga fakta-fakta atau juga bisa dideskripsikan sebagai petunjuk untuk menuju suatu kesimpulan. Kita juga bisa mencari arti lain dari penalaran yaitu proses berfikir secara sistematik dalam logis untuk memperoleh suatu kesimpulan yang akan kita dapatkan. Dalam pengambilan kesimpulan kita bisa berupa pengalaman yang kita alami maupun fakta yang berada disekitar kita. Penalaran itu sendiri dapat dihasilkan oleh kegiatan berpikir kita tentu saja bukan hanya dari perasaan saja. Dalam berpikir kita akan mengetahui suatu pengetahuan yang belum kita ketahui menjadi suatu pengetahuan yang benar.

Pengetahuan tersebut bisa dikembangkan manusia disebabkan 2 hal utama yaitu:

- Manusia mempunyai bahasa
Karena kemampuan manusia dalam berbahasa dengan orang lain maka orang dapat mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut.
Bisa kita ambil contoh pada hewan seperti semut. Semut tersebut akan melakukan atau memberikan informasi yang penting kepada teman-temannya bahwa ada seekor kelabang yang akan menyerang dirinya.

- Manusia mempunyai kemampuan berpikir
Dengan adanya kelebihan manusia bisa berpikir maka manusia mampu mengembangkan atau menyampaikan suatu informasi dalam pengetahuannya dengan cepat dan mantap adalah karena manusia mempunyai alur dalam berpikir yang tentunya tidak dimiliki makhluk hidup lainnya.  




Sumber :
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENDIDIKAN DI INDONESIA DARI MASA KE MASA


Sejarah Pendidikan Indonesia
Pendidikan sejatinya lahir atas kebutuhan manusia itu sendiri, yaitu ketika manusia dalam usaha mempertahankan hidupnya mulai melakukan proses belajar pada lingkungan sekitarnya. Pendidikan mustahil lahir tanpa perkembangan manusia, dan manusia pun akan runtuh tanpa pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat mengenal alam dan sosial di sekitarnya, menemukan hubungan-hubungan diantaranya, mengambil manfaat bagi keberlangsungan hidup spesiesnya, dan menitipkan pengetahuan tersebut bagi generasi selanjutnya. Dengan kata lain pendidikan adalah keseluruhan proses belajar manusia itu sendiri dalam mempertahankan hidupnya sebagai manusia. Atau sederhananya Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.

Sejarah Kurikulum Indonesia
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkanlandasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaannya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.

1.KONDISI PENDIDIKAN ZAMAN DULU

A.Zaman Kemerdekaan

          Upaya pemerintahan Indonesia di bidang pendidikan awal kemerdekaan ialah mengangkat tokoh pendidik yang telah berjasa pada masa kolonial seperti Ki Hadjar
Dewantara, Moh. Syafe’i dari INS, Mr. Suwandi yang mengganti ejaan bahasa Indonesia
yang disusun sebelumnya oleh Van Phuysen.

Pengaruh masuknya ideologi kiri di dunia pendidikan ditandai melalui pengangkatan Menteri PP dan K. Prof. Dr. Priyono dari partai Kiri Murba.


B.Zaman Orde Baru

          Pemerintahan Orde Baru dengan tokoh-tokoh teknokrat dalam pucuk pimpinan  pemerintahan melancarkan usaha pembangunan terencana dalam Pelita I sampai Pelita II, III dan seterusnya. Dalam Pelita I inilah pendidikan dapat diperkembangkan menurut satu rencana yang sesuai dengan keuangan negara. Keuangan negara agak membengkak waktu harga minyak mentah meloncat dari harga $3 menjadi $12 per barrel. Hal ini memungkinkan didirikannya SD Inpres (Instruksi Presiden) mengangkat guru-guru dan mencetak buku  pelajaran. Sebagai hasil Pelita I dalam bidang pendidikan telah ditatar lebih dari 10.000 orang guru. Telah dibagikan lebih dari 63,5 juta buku SD kelas I, telah dibangun 6000  buah gedung SD, telah diangkat 57.740 orang guru terutama guru SD, serta dibangun 5 Proyek Pusat Latihan Teknik yaitu di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Ujung Pandang.

          Bila bicara tentang sejarah pemikiran pendidikan di Indonesia, maka orang akan sulit untuk memisahkan dari nama besar Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara pulang ke Tanah Air pada tahun 1918 setelah menempuh studinya di Belanda. Empat tahun ke-mudian, tokoh yang tak bisa menyelesaikan pendidikan kedokteran di STOVIA karena sakit ini baru bisa mewujudkan semua gagasannya tentang dunia pendidikan dengan men-dirikan National Onderwijs Instituut Taman Siswa pada 3 Juli 1932 di Yogyakarta.

          Perguruan bercorak nasional ini sangat menekankan rasa kebangsaan agar siswa mencintai bangsa dan tanah air, sehingga tergerak untuk berjuang meraih kemerdekaan. Dari tahun ke tahun, Taman Siswa terus menggeliat. Jumlah muridnya terus bertambah. Artinya, semakin banyak pula rakyat Indonesia yang pikirannya terbuka. Melihat kiprah Ki Hadjar Dewantara yang terus berkembang, pemerintah kolonial Belanda kembali resah. Jalan pintas diambil: Taman Siswa mesti diberangus. Caranya, dengan menerbitkan ordonansi sekolah liar pada 1 Oktober 1932. Namun, berkat kegigihan Ki Hadjar Dewan-tara, bukannya Taman Siswa yang bubar, melainkan justru ordonansi itulah yang akhirnya dicabut. Ketika Jepang masuk menggantikan pemerintahan Hindia Belanda 1942, Ki Hadjar Dewantara tak henti berjuang lewat politik dan pendidikan. Bersama beberapa tokoh nasional pada saat itu, Ki Hadjar duduk sebagai salah seorang pimpinan Putera.

          Dedikasi panjangnya terhadap dunia pendidikan mengantarkan Ki Hadjar menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pertama setelah Indonesia merdeka. Penyandang gelar
doctor honoriscausa dari Universitas Gadjah Mada pada 1957 ini mengenalkan konsep orde en vreden(tertib dan damai), dengan bertumpu pada prinsip  pertumbuhan menurut kodrat. Konsep inilah yang kemudian terkenal dengan metode  Among,dengan 3 kutipan yang dikenal trilogi peran kepemimpinan pendidik, yaitu “tut wuri handayani” (guru hanya membimbing dari belakang dan mengingatkan jika tindakan siswa membahayakan), “ing madya mangun karsa”(membangkitkan semangat dan memberikan motivasi), dan “ing ngarsa sung tulada” (selalu menjadi contoh dalam perilaku dan ucapan).


2.KONDISI PENDIDIKAN ZAMAN SEKARANG

          Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aktivitas kehidupan. Teknologi mampu menghubungkan daerah daerah di berbagai belahan dunia yang melampaui sekat-sekat geografis sehingga dunia menjadi tanpa batas.Transformasi dunia abad 21 ini berdampak pada :
Pasar dunia berkembang
Kompetisi dalam skala global
Pengetahuan sebagai mata uang baru
Kebutuhan akan teknoligi
          Perkembangan di abad 21 ini juga tentunya akan berdampak pada dunia pendidikan. Proses pembelajaran tentunya harus beradaptasi dengan perubahan. Pembelajaran abad 21 dengan kehadiran ICT dalam dunia pendidikan,  menuntut siswa untuk kreatif, inovatif, berfikir kritis serta metakognitif dan sehingga menjadikan siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja kolaborasi (berkelompok). dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan bekal hidup di masyarakat yang memiliki karakter baik lokal maupun global dan dapat dipertanggung jawabkan secara personal maupun sosial masyarakat. Artinya terdapat kriteria yang dibutuhkan untuk menghadapi pembelajaran abad 21 ini (21st century skills), yakni:
Kreativitas dan kewirausahaan
Literasi teknologi dan media
Komunikasi efektif
Pemecahan masalah
Berpikir kritis
Bekerja sama
          Dengan semakin berkembangnya teknologi di abad 21, maka proses pembelajaran harus beradaptasi terhadap perubahan ini. Dari proses pembelajaran yang berbasis Sumber Daya alam menjadi berbasis pengetahuan dengan disertai keterampilan berteknologi. Seperti yang kita ketahui negara kita, Indonesia, memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun hanya dengan sumber daya alam saja tidak cukup. Diperlukan Sumberdaya manusia yang meiliki pengetahuan dan terampil menggunakan teknologi.

          Selain itu dalam pembelajaran abad 21, terjadi perubahan paradigma pendidikan. Yang tadinya proses pembelajaran berpusat pada guru, maka harus dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa.  Dalam pembelajaran yang berpusat pada guru, pembelajaran lebeih menekankan seolah olah guru memberikan ceramah pada siswa tanpa memberikan kebebasan pada siswa. Guru menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran dan siswa tidak memiliki kebebasan sendiri. Paradigma ini sudah seharusnya dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dimana siswa lebih memiliki kebebasan untuk berbicara, kebebasan untuk mengemukakan pendapat,dll. Sehingga siswa mampu memecahkan masalahnya sendiri. Selain itu dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa diberikan pengalaman untuk belajar berkelompok, sehingga siswa bisa bersosialisi dengan temannya.

          Dalam menghadapi pembelajaran abad 21 yang berbasis teknologi dan pengetahuan ini. Guru dihadapkan pada sebuah tantangan, yakni guru harus mampu:
Mempersiapkan siswa untuk pekerjaan yang saat ini belum ada dan pekerjaan yang hilang
Mengunakan teknologi yang belum ditemukan
Memecahkan masalah yang belum muncul
Dalam transformasi pendidikan abad 21 Seorang guru harus memiliki 4 Kompetensi Dasar yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.


1. Pedagogik.
          Kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa, serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa.

2. Kepribadian.
          Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral.

3. Sosial.
          Kompetensi sosial meliputi: memiliki empati pada orang lain, memiliki toleransi pada orang lain, memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

4. Profesional.
          Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.
Namun selain empat hal diatas terdapat satu kompetensi dasar yang perlu diperhatikan guru yaitu Teknoligi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Mengingat transformasi pembelajaran di abad 21 ini berbasis pengetahuan dan teknologi, maka guru memerlukan kompetensi TIK.
Adapun untuk menghadapi transformasi pendidknan abad 21 perlu memperhatikan langkah – langkah berikut:

Langkah 1
Kecakapan abad 21
Pembelajaran berpusat pada siswa
Literasi teknologi
Berpkir tingkat tinggi

Langkah 2
Membuat RPP
Pembelajaran berbasis proyek
Kolaborasi online
Penilaian abad 21
          Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

Fungsi filosofis:
Membawa penafsiran
Bertindak sebagai ruang pembersih
Menawarkan sumber dan bimbingan etis
Menginduksi kebiasaan berpikir
          Filsafat pendidikan memiliki fungsi merumuskan dasar dan tujuan pendidikan, merumuskan teori, bentuk dan sistem pendidikan serta merumuskan hubungannya dengan agama dan kebudayaan. Fungsi filsafat pendidikan sangat strategis karena merumuskan masalah-masalah mendasar yang berkait dengan dunia pendidikan dan hubungannya dengan pembangunan bangsa dan negara. Dasar dan tujuan pendidikan yang jelas akan memudahkan dalam penyelenggaraan pendidikan, dan dapat menjadi parameter akan tercapai tidaknya apa yang dicita-citakan.
Adapun proses dan peran pendidikan adalah:
Serangkaian kegiatan komunikasi yang melibatkan orang dewasa dengan tujuan untuk mendewasakan anak


Proses pendidikan dapat dilakukan dengan tatap muka ataupun menggunakan media Pendidikan akan memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS