Pages

Miftakhul Furqon. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI

NAMA KELOMPOK : (2KA22)
      - DHITRA CHAIRUNNISA R.       (12112006)
      - MIFTAKHUL FURQON              (14112582)
      - TARI ARMITA PUTRI               (17112296)
      - SYARIFAH AIDILLA SORAYA    (17112261)
      - FUJI HARTINI                         (13112068)

Tipologi  Budaya Organisasi
 






-        Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3).

-        Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.
-        Ada beberapa tipologi budaya organisasi. Kotter dan Heskett (1998) mengkategorisasi jenis budaya organisasi menjadi tiga yaitu budaya kuat dan budaya lemah; budaya yang memiliki kecocokan strategik; dan budaya adaptif. Organisasi yang berbudaya kuat biasanya dapat dilihat oleh orang luar sebagai memilih suatu gaya tertentu. Dalam budaya organisasi yang kuat ini nilai-nilai yang dianut bersama itu dikonstruksi ke dalam semacam pernyataan misi dan secara serius mendorong para manajer untuk mengikutinya. Karena akar-akarnya sudah mendalam, gaya dan nilai budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah walaupun ada pergantian pimpinan.
-        Sejalan dengan itu, Robbins (1990) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan budaya yang kuat adalah budaya di mana nilai-nilai inti dipegang secara intensif dan dianut bersama secara meluas. Makin banyak anggota yang menerima nilai-nilai inti dan makin besar komitmen mereka pada nilai-nilai itu, maka makin kuat pula budaya tersebut. Sebaliknya organisasi yang berbudaya lemah, nilai-nilai yang dianut tidak begitu kuat sehingga jatidiri organisasi tidak begitu menonjol dan kemungkinan besar nilai-nilai yang dianut pun berubah setiap pergantian pimpinan atau sesuai dengan kebijakan pimpinan yang baru.
-        Jenis budaya yang cocok secara strategik memiliki perspektif yang menegaskan tidak ada resep umum untuk menyatakan seperti apa hakikat budaya yang baik itu, hanya apabila “cocok” dengan konteksnya. Konteks itu dapat berupa kondisi objektif dari organisasinya, segmen usahanya yang dispesifikasi oleh strategi organisasi atau strategi bisnisnya sendiri. Konsep kecocokan sangat bermanfaat khususnya dalam menjelaskan perbedaanperbedaan kinerja jangka pendek dan menengah. Esensi konsepnya mengatakan bahwa suatu budaya yang seragam tidak akan berfungsi. Oleh karena itu, beberapa variasi dibutuhkan untuk mencocokan tuntutan-tuntutan spesifik dari bisnis bisnis yang berbeda itu.
-        Budaya adaptif didasari pemikiran bahwa organisasi merupakan sistem terbuka dan dinamis yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk dapat meraih sukses dalam lingkungan yang senantiasa berubah, organisasi harus tanggap terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, dapat membaca kecenderungan-kecenderungan penting dan melakukan penyesuaian secara cepat. Budaya organisasi adaptif memungkinkan organisasi mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi tanpa harus berbenturan dengan perubahan itu sendiri.
-        Selanjutnya, Luthans (1992) memaparkan karakteristik budaya organisasi sebagai berikut:
a)     Peraturan-peraturan perilaku yang harus dipenuhi.
b)     Norma-norma 
c)      Nilai-nilai yang dominan
d)     Filosofi 
e)     Aturan-aturan
f)      Iklim organisasi
-        Semua karakteristik budaya organisasi tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, dalam arti bahwa unsur-unsur tersebut mencerminkan budaya yang berlaku dalam suatu jenis organisasi, baik yang berorientasi pada pelayanan jasa maupun organisasi yang menghasilkan produk barang.
-        Robbins (1990) mengemukakan 10 karakteristik budaya organisasi, yaitu:
a)     Inisiatif individu
b)     Toleransi terhadap resiko
c)      Pengarahan 
d)     Integrasi
e)     Dukungan manajemen
f)      Pengawasan
g)     Identitas
h)     Sistem penghargaan
i)       Toleransi terhadap konflik
j)       Pola komunikasi

-        Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :
1.     Akademi
      Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
2.     Kelab
      Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
3.     Tim bisbol
      Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
4.     Benteng
       Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.
-        Inisiatif individual adalah seberapa jauh inisiatif seseorang dikehendaki dalam perusahaan. Hal ini meliputi tanggung jawab, kebebasan dan independensi dari masing-masing anggota organisasi, dalam artian seberapa besar seseorang diberi wewenang dalam melaksanakan tugasnya, seberapa berat tanggung jawab yang harus dipikul sesuai dengan kewenangannya dan seberapa luas kebebasan mengambil keputusan.
-        Toleransi terhadap risiko, menggambarkan seberapa jauh sumber daya manusia didorong untuk lebih agresif, inovatif dan mau menghadapi risiko dalam pekerjaannya. Pengarahan, hal ini berkenaan dengan kejelasan sebuah organisasi dalam menentukan objek dan harapan terhadap sumber daya manusia terhadap hasil kerjanya. Harapan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kuantitas, kualitas dan waktu.
-        Integrasi adalah seberapa jauh keterkaitan dan kerja sama yang ditekankan dalam melaksanakan tugas dari masing-masing unit di dalam suatu organisasi dengan koordinasi yang baik. Dukungan manajemen, dalam hal ini seberapa jauh para manajer memberikan komunikasi yang jelas, bantuan, dan dukungan terhadap bawahannya dalam melaksanakan tugasnya.
-        Pengawasan, meliputi peraturan-peraturan dan supervisi langsung yang digunakan untuk melihat secara keseluruhan dari perilaku karyawan. Identitas, menggambarkan pemahaman anggota organisasi yang loyal kepada organisasi secara penuh dan seberapa jauh loyalitas karyawan tersebut terhadap organisasi.
-        Sistem penghargaan pun akan dilihat dalam budaya organisasi, dalam arti pengalokasian “reward” (kenaikan gaji, promosi) berdasarkan kriteria hasil kerja karyawan yang telah ditentukan. Toleransi terhadap konflik, menggambarkan sejauhmana usaha untuk mendorong karyawan agar bersikap kritis terhadap konflik yang terjadi. Karakteristik yang terakhir adalah pola komunikasi, yang terbatas pada hierarki formal dari setiap perusahaan.
-        Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
1. Koersif
2. Remuneratif
3. Normatif

PENGERTIAN :
a)     Organisasi Koersif, adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
b)     Organisasi Utilitarian, adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
c)      Organisasi Normatif, adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.
 
 
 


 

»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGERTIAN BUDAYA DAN FUNGSI BUDAYA ORGANISASI

NAMA KELOMPOK : (2KA22)
      - DHITRA CHAIRUNNISA R.       (12112006)
      - MIFTAKHUL FURQON              (14112582)
      - TARI ARMITA PUTRI               (17112296)
      - SYARIFAH AIDILLA SORAYA    (17112261)
      - FUJI HARTINI                         (13112068)


Budaya Organisasi








Pengertian dan fungsi Budaya Organisasi


-        Asal muasal budaya organisasi


·       Kebiasaan, tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya dan seberapa besar kesuksesan yang telah diraihnya di masa laluHal ini mengarah pada sumber tertinggi budaya sebuah organisasi: para pendirinya.


·       Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar terhadap budaya awal organisasi tersebut. Pendiri organisasi tidak memiliki kendala karena kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Ukuran kecil yang biasanya mencirikan organisasi baru lebih jauh memudahkan pendiri memaksakan visi mereka pada seluruh anggota organisasi. Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara. Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan merekaKedua, pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawanTerakhir, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri dan, dengan demikian, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut. Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi.

-        Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.

-        Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang. Pengertian di atas menekankan bahwa budaya organisasi berkaitan dengan aspek subjektif dari seseorang dalam memahami apa yang terjadi dalam organisasi. Hal ini dapat memberikan pengaruh dalam nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi semua kegiatan bisnis, yang mungkin terjadi tanpa disadari. Namun, kebudayaan dapat menjadi pengaruh yang signifikan pada perilaku seseorang.

-        Berikut ini adalah beberapa pengertian organisasi menurut para ahli : 

a)     Menurut wood,Wallace,zeffane,hund (2001:391)budaya organisasi adalah system yang di percayai dan nilai yang di kembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
b)     Menurut tossi,rizzo,carrol seperti yang di kutip oleh munandar (2001:263)  budaya organisasi adalah : cara-cara berfikir,berperasaan,bereaksi,berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi.
c)      Menurut robbins (1996:289) budaya organisasi adalah : suatu persepsi bersama yang di anut oleh anggota-anggota organisasi itu.
d)     Menurut schein (1992:12) budaya organisasi adalah pola dasar yang di terimaoleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah membentuk karyawan yang mampu beradabtasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi.
e)     Menurut cushway dan lodge budaya organisasi merupakan system nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan di lakukan dengan cara para karyawan berprilaku.

f)      Kotter and Heskett, (1997:5) mengungkapkan bahwa Budaya Organisasi muncul dalam dua tingkatan, yaitu tingkatan yang kurang terlihat berupa nilai-nilai yang dianut oleh anggota kelompok yang cenderung bertahan meskipun anggotanya sudah ganti .


Fungsi Budaya Organisasi

-        Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
1.       Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2.      Sebagai pengikat suatu masyarakat
3.      Sebagai sumber
4.      Sebagai kekuatan penggerak
5.      Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6.      Sebagai pola perilaku
7.      Sebagai warisan
8.     Sebagai pengganti formalisasi
9.      Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
      10.  Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state

-        Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :
                    1.  Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas
                       2.  Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi
                       3.  Budaya mempermudah timbulnya komitmen
                      4.   Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

-        Dan menurut pendapat Siagian (1992:153) mencatat lima fungsi penting budaya organisasi, yaitu:
1.     Sebagai penentu batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dipandang baik atau tidak baik, menentukan yang benar dan yang salah.
2.     Menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya.
3.     Menumbuhkan komitmen sepada kepentingan bersama di atas kepentingan individual atau kelompok sendiri. 
4.     Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi
5.     Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan.
-        Menurut pendapat Beach (Horrison, 1972) mencatat tujuh fungsi penting budaya organisasi, yaitu : 
1.     Menentukan hal penting yang mendasari organisasi ,standar keberhasilan dan kegagalan harus bias diukur.
2.     Menjelaskan bagaiman sumber-sumber organiosasi digunakan dan untuk kepentingan apa.
3.     Menciptakan apa organisasi dan anggotanya dapat mengharap satu sama lain.
4.     Membuat beberapa metode pengontrolan perilaku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tidak abash yaitu menentukan dimana kekuasaan terletek dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.



 
 


 
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ROHIS

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ROHIS

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

     Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami atau juga bisa didefinisikan sebagai suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain.

B. PENGERTIAN ORGANISASI

     Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.

C. PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI ROHIS

     Peran komunikasi dalam rohis sangat penting untuk dilakukan . karena dengan komunikasi kita bisa memperbanyak teman dan ataupun juga menjadi sahabat dekat. Dengan komunikasi semua hal yang dilakukan dalam organisasi sangat mudah dan juga bisa saling tukar fikiran satu dengan yang lainnya. Dengan komunikasi hal yang berat pun terasa menjadi lebih mudah jika dilakukan dengan komunikasi antar teman yang satu dengan yang lainnya. Jika tidak ada sebuah komunikasi semua urusan ataupun hal yang terkait didalam sebuah organisasi menjadi berat ataupun juga sangat susah untuk melakukan urusan dalam organisasi rohis tsb. Dalam rohis sangat penting untuk berkomunikasi dan saling tukar menukar sebuah ide atau gagasan dalam sebuah organisasi. Dengan komunikasi juga sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut. Dengan komunikasi kita juga bisa dapat memupuk rasa persaudaraan dan juga rasa saling tolong menolong antara umat beragama. Jika tidak ada sebuah komunikasi pastilah keadaan dalam organisasi sangat monoton dan bisa menimbulkan rasa iri dan juga tidak bisa mendapat teman dan juga tidak mengenal satu sama dengan yang lainnya. Dalam menemukan gagasan ataupun ide cemerlang dalam rohis pun harus ada sebuah komunikasi jika tidak ada komunikasi didalam sebuah organisasi rohis pastilah tidak ada sebuah organisasi yang damai, indah, dan juga bisa memupuk rasa persaudaraan antara umat beragama. Jika teman kita ada masalah tidak mungkin dia disimpan sendiri pasti akan merasa stres ataupun merasa sendirian dan akan bingung apa yang harus diperbuat dengan masalah itu. Susah memang jika kita dan teman kita berbeda fikiran. Dari situlah sebuah komunikasi sangat penting untuk menyatukan perbedaan antara fikiran kita dan juga teman kita dalam sebuah organisasi rohis. Ataupun juga bisa saya ambil contoh dalam pengetahuan tentang agama dan sebagainya . pastilah komunikasi penting untuk dijalankan dengan sendirinya. Jika kita tidak mengerti apa yang kita tidak mengerti. Dengan komunikasi apapun masalah yang kita hadapi pastilah sangat dibutuhkan dalam semua organisasi tidak hanya dalam rohis ataupun yang lainnya juga. Jangan sampai komunikasi tidak berjalan dalam sebuah organisasi maka dalam organisasi tersebut akan monoton dan tidak akan berjalan dengan semestinya. Apapun yang dilakukan dalam organisasi maupun rohis ataupun sebagainya harus ada sebuah komunikasi agar semua berjalan dengan mudah dan juga bisa mempererat tali silaturahmi dan juga memupuk rasa persaudaraan. Dalam komunikasi kita pun juga bisa dapat mendapat teman yang bukan hanya 1 tapi dalam lingkungan sosial pasti dibutuhkan komunikasi karena mencakup lingkungan yang luas jika tidak ada komunikasi semua akan berantakan dan akan mempunyai perasaan rasa sendiri sendiri dan khusus ke individu dalam diri seseorang tersebut.


»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGALAMAN BERORGANISASI

PENGERTIAN ORGANISASI.
       
       Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok yang berkerja sama untuk mencapai tujuan bersama, organisasi adalah antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerja sama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi juga bisa didefinisikan struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu


PENGALAMAN PRIBADI DALAM MENGIKUTI ORGANISASI.

       Pada waktu saya SMP saya mengikuti sebuah organisasi yaitu rohis. Rohis merupakan organisasi sekolah yang berhubungan dengan pelayanan rohani siswa. saya mengikuti rohis karena saya ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan saya mengikuti rohis saya jadi tau apa arti agama dalam diri saya. bukan karena itu saja saya mengikuti rohis tapi juga karena bisa menambah teman dari luar kelas yang bisa ditemukan dalam lingkungan sekolah . Dalam rohis saya juga bisa membuat jati diri saya ingat kepada Allah. Kegiatan ini juga sangat bernilai positif untuk saya. Di rohis saya juga bisa saling menukar pikiran dengan teman-teman saya jadi kita bisa dapat saling paham apa yang belum dimengerti. Karena rohis juga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan antara para murid dengan guru. Pada suatu hari saya mengikuti acara sebuah lomba rohis antar sekolah dan hasil sekolah kami pun menang dalam kegiatan lomba tersebut. Begitu senangnya saya dan teman-teman saya bisa memenangkan perlombaan itu. Sebagai perayaan kemenangan saya dan teman-teman pun jajan-jajan dan juga bersenang-senang.

         Saya juga mempunyai sahabat di rohis. Kami pun sering bertukar pikiran ataupun saling bercanda gurau dengan yang lainnya juga. Pada hafalan Al-Qur'an pun kami semua pada mengetest dengan cara melanjutkan potongan ayat-ayat suci Al-Qur'an tersebut. Ada teman saya sampai tidak hafal padahal udah menghafal dan mengulang-ulang potongan ayat tersebut tapi teman saya pun tidak bisa juga. Kami pun tertawa melihat teman saya tidak hafal-hafal. Saya dan teman saya pun membantu dia dalam menghafal AL-Qur'an tapi hal hasil juga tidak bisa susah memang. Kami pun tertawa kembali. Karena dia tidak hafal juga saya dan teman saya pun melanjutkannya besok harinya karena kalo dipaksa menghafal bisa bikin tertawa lagi.

           Keesokan harinya seperti biasa saya dan teman-teman berkumpul di masjid sekolah seperti biasanya. Saya pun menyapa teman saya yang kemaren belum hafal. Dan kami pun memulai rohis dengan membaca basmallah. Selesai rohis pun saya dan teman-teman seperti biasa kumpul bareng dimasjid setelah rohis selesai. Saya dan teman-teman pun mulai menghafal Al-Qur'an kembali. mulai dari teman saya dan alhamdulillah bisa. Dan berikutnya pun saya mencoba melanjutkan potongan ayat tersebut, dan hasil saya bisa alhamdulillah. Dan akhirnya, teman saya yang tidak bisa kemaren mencoba kembali bisa atau tidaknya. Dan subhanallah dia hafal. Mungkin ini pertolongan Allah yang mencoba membaca ayat suci Al-Qur'an itu. Saya dan teman saya pun mengucapkan Alhamdulillah kepada teman saya.

          Dalam mengikuti rohis inipun saya juga bisa membentuk pribadi diri saya. Dalam rohis ini juga bisa membuat diri saya tidak menjadi egois karena menerima masuka dari teman-teman saya. Menjalin persaudaraan antar saya dan teman-teman saya,. Tapi akhir-akhir ini minat rohis ditiap sekolah pun kian merosot. Tapi perjuangan harus tetap kita teruskan yakinlah Allah besama kita setiad detik, setiap menit, dan setiap jam maupun dimanapun kita berada. Saya jadi ingat janji Allah dalam Al-Qur'an "Barang siapa menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kita". Tetap semangat dan terus berjuang dijalan yang benar dan kebeneran harus ditegakkan.
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS